Jasa pengiriman di Indonesia pertama kali didirikan pada masa kolonialisme Belanda. Tepatnya pada tahun 1602, pemerintahan VOC membutuhkan jasa pengiriman di Indonesia untuk berkirim surat, karena sebelumnya pengiriman surat mau tak mau harus dititipkan di Stadsherberg atau gedung penginapan kota. Hal ini dianggap sangat tidak efektif. Oleh karena itu, di masa-masa selanjutnya, seorang Gubernur Jendral yang bernama Gustaaf Willem Baron van Imhoff terinspirasi untuk membuat jasa pengiriman di Indonesia untuk pertama kalinya. Karena dengan jasa pengiriman, maka pengiriman akan jauh lebih aman dan efisien.

Impian Baron van Imhoff baru bisa terlaksana tepatnya pada tanggal 26 Agustus 1746. Ia berhasil membangun kantor pos dibangun pertama kali di Batavia. Kantor pos tersebut merupakan kantor pos pertama di Indonesia. Dengan berdirinya kantor pos tersebut, maka jasa pengiriman di Indonesia memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat ketika mengirimkan barang-barang ataupun dokumen-dokumen penting mereka tanpa merasa was-was.

Setelahnya, 4 tahun kemudian dibangun juga cabang kantor pos yang berada di Semarang. Pembangunan kantor pos di Semarang bukan tanpa alasan, mengingat Semarang dulu merupakan salah satu pelabuhan yang ramai akan perdagangan atau bisa disebut zona ekonomi, sehingga banyak sekali orang yang memang beraktivitas di sana. Apalagi jalur lintas Jakarta-Semarang melewati beberapa kota besar seperti Cirebon, Pekalongan dan juga Karawang. Adanya kantor pos di Semarang pada saat ini sangat memberi angin segar kepada perkembangan jasa pengiriman di Indonesia.

Maju lagi di tahun 1800an, ada seorang Daendels yang berkebangsaan Prancis menjadi salah satu pucuk pimpinan di Indonesia. Pada tahun 1808, kepemimpinan Baron van Imhoff digantikan oleh Herman Willem Daendels. Daendels bukanlah nama yang asing, karena ia-lah yang mempopulerkan sistem kerja rodi di tanah air tercinta. Namun di balik kekejamannya dalam menerapkan sistem kerja rodi yang pahit, banyak sekali pembangunan yang ia lakukan. Mulai dari jalan raya, kebijakan dan juga pembangunan bangunan-bangunan penting.

Hal ini tentu saja membuat jasa pengiriman di Indonesia semakin berkembang. Dengan terciptanya jalan raya dari Anyer sampai Panarukan tentunya membuat proses pengiriman di jalur utara semakin cepat. Selain itu, banyak sekali infrastruktur yang juga turut berkontribusi besar dalam mendukung jasa pengiriman di Indonesia pada saat itu.

Berlanjut pada tahun 1875, Pos Indonesia dilebur dengan dinas telegraf dan berganti nama menjadi Post En Telegraafdienst. Dampak dari peleburan tersebut tentu saja mengakibatkan perpindahan kantor pusat yang sebelumnya berada di Gambir, Jakarta Pusat berpindah ke kota Bandung, Jawa Barat. Sejak saat itu, Pos Indonesia menjadi salah satu jasa pengiriman di Indonesia yang statusnya berubah menjadi perusahaan negara. Pos Indonesia menjadi PN Postel, yakni Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi.

Lanjut di tahun 1965, PN Postel berganti nama menjadi PN Pos dan Giro yang membuat jasa pengiriman di Indonesia berkembang di sektor komunikasi dan pos. Selanjutnya di tahun 1978 PN Pos dan Giro berganti menjadi Perum Pos dan Giro dengan misi memperbaiki hubungan serta kinerja jasa pengiriman di Indonesia dan juga mancanegara.

Hingga pada akhirnya perushaaan tersebut berganti nama menjadi PT Pos Indonesia pada tahun 1995 (persero) sampai saat ini. Lalu, setelahnya banyak sekali jasa pengiriman di Indonesia yang bermunculan dari pihak swasta. Demikian sejarah perkembangan jasa pengiriman di Indonesia.

By Novita