Perbedaan Antara Agen Dan Distributor

Bank Agen: Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Saat ini banyak sekali pelaku usaha dari Luar Negeri yang hendak memasarkan produknya di Indonesia, namun para pelaku usaha ini masih bingung apakah mereka harus menggunakan agen atau distributor sebagai perantara pihak yang menjual produk mereka. Hal seperti ini sering terjadi karena biasanya pihak tersebut belum mengerti tentang perbedaan antara agen dan distributor.

Hal yang sama juga berlaku pada perusahaan lokal yang ingin memulai melebarkan pasaranya ke pasar luar negeri, namun seringkali mereka masih kesulitan untuk menentukan apakah akan menggunakan agen atau distributor untuk menyebar luaskan produk yang mereka buat.

Untuk itu pada artikel kali ini kita akan membahas perbedaan antara agen dan distributor yang harus diketahui oleh para pelaku usaha sebelum menentukan kira – kira produknya nanti akan dipasarkan oleh siapa. Setelah itu barulah pihak perusahaan bisa menentukan tentang bagaimana skema penjualan yang dipilih.

Dalam peraturan Menteri Perdagangan telah dituliskan bahwa Agen adalah pelaku usaha pendistribusian tang bertindak sebagai perantara atas nama perusahaan ataupu pihak yang berkaitan berdasarkan perjanjian untuk melakukan kegiatan pemasaran produk atau barang yang dilakukan.

Sedangkan Distributor adalah pelaku usaha distribusi yang berjalan atas namanya sendiri dan atas petunjuk dan juga ketentua yang diberikan pihak produsen atau supplier berdasarkan perjanian untuk melakukan kegiatan pemasaran produk tersebut.

Berdasarkan defines berikut dapat diketahui bahwa perbedaan yang paling siginifikan antara agen dan distributor yaitu terletak pada siapa yang diwakili atas setiap pemasaran barang yang dilakukan atau kata lainnya nama pihak mana yang digunakan selama proses pemasaran barang atau produk tersebut.

Batasan wewenang antara agen dan distributor pun memiliki perbedaan seperti pada agen pihak principal atau perusahaan terkait tetap bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi dan dilakukan oleh agen sesuai dengan perjanjian yang di tetapkan. Sedangkan distributor bertindak atas namanya sendiri sehingga pihak perusahaan sudah tidak memiliki wewenang lagi terhadap proses pemasaran produk.

Didalam peraturan Kementrian Perdagangan juga sudah diatur kewajiban dan juga legalitas dari pelaku usaha agen dan distributor, perbedaan legalitas dan kewajiban tersebut seperti yang bisa dilihat dibawah ini :

Pelaku usaha Agen wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  1. Badan hukum dan badan usaha yang didirikan berkedudukan di wilayah yang sama yaitu Indonesia.
  2. Mempunyai perzinan dalam dunia perdagangan sebagai agen dari suatu Instansi atau Lembaga yang berwenang.
  3. Memiliki tempat usaha dengan alamat yang sebenar – benarnya.
  4. Memiliki perjanjian keagenen dengan pihak terkait dan mengetahui kewajiban masing – masing pihak.
  5. Menjalankan usaha sesuai dengan komisi yang diperoleh dan pihak Instansi.

Pelaku usaha Distributor waajib memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  1. Badan hukum dan badan usaha yang didirikan berkedudukan di wilayah yang sama yaitu Indonesia.
  2. Mempunyai perzinan dalam dunia perdagangan sebagai distributor dari suatu Instansi atau Lembaga yang berwenang.
  3. Memiliki tempat usaha dengan alamat yang sebenar – benarnya.
  4. Memiliki dan menguasi Gudang yang terdaftar dengan alamat yang benar dan juga jelas.
  5. Mempunyai perjanjian dengan produsen atau supplier terkait barang apa saja yang akan didistribusikan.

Dari kewajiban wewenang diatas dapat diketahui bahwa antara agen dan distributor memiliki wewenang yang cukup berbeda. Jika agen masih berada dibawah principal atau pihak Instansi terkait maka lain halnya dengan distributor yang harus bertanggung jawab sendiri atas usahanya.