Puncak Mudik Natal dan Tahun Baru Diprediksi Terjadi Malam Ini - Bisnis  Tempo.co

Bagi orang yang tinggal di kota – kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan sekitarnya dan memiliki kampung halaman di daerah Jawa Tengah atau Jawa timur pasti sudah tidak asing dengan yang namanya jalur pintura atau jalur pansela. Ya, kedua jalur tersebut merupakan yang selalu ramai dan juga biasa dilewati setiap kali mudik atau pulang ke kampung halaman.

Jika di hari – hari biasa kita melakukan perjalanan ke kampung halaman lewat jalur panturan ataupun pansela jalannya biasa saja. Maka lain halnya jika kita melakukan perjalanan pulang kampaung saat menjelang hari lebaran. Jalur pintura atau pansela yang semula kosong berubah total menjadi jalur yang sangat macet. Bahkan tidak jarang kemacetan yang terjadi bisa berlangsung selama berjam – jam.

Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya saat kita mudik di waktu menjelang hari lebaran disarankan tidak menggunakan jalur mudik yang biasa. Berikut jalur mudik pulau jawa yang biasa dilewati dan beresiko untuk terjadi kemacetan:

  1. Jalur Pantura

Jalur mudik pulau jawa yang pertama dan paling berpotensi terjadi kemacetan menjelang hari lebaran adalah Jalur Pantura atau Pantai Utara. Jalur Pantura yang sebenarnya bernama Jalan Nasional Rute 1 ini membentang luas melewati 4 provinsi dengan total panjang jalan 1.316 km yang mengelilingi pesisir utara Pulau Jawa. Awal jalur ini dimulai dari Merak, Banten dan berakhir di Banyuwangi, Jawa Timur.

  1. Jalur Pansela

Jalur mudik selanjutnya yang ada di pulau jawa dan berpotensi terjadi kemacetan ialah jalu pantai selatan yang membentang sejauh 1.045 km. Berbeda dengan jalur pintura yang ramai maka jalur pantai selatan ini relative lebih sepi. Jalur pantai selatan ini membentang melewati 23 kota di 5 provinsi.

  1. Lintas Jawa Selatan

Jalur mudik selanjutnya yang ada di pulau Jawa dan berpotensi mengalami kemacetan yaitu lintas jawa selatan yang membentang sejauh 888,47 km mulai dari Bandung hingga ke Surabaya. Jalur ini juga menjadi salah satu alternatif jalur mudik di pulau jawa.

  1. Lintas Tengah Jawa

Jalur mudik selanjutnya yang ada di pulau jawa dan berpotensi mengalami kemacetan ialah jalur lintas tengah jawa. Jalur ini memiliki panjang jalan 1.197 km yang membentang mulai dari Bandung dan berakhir di Surabaya. Jika dibanding dengan jalur pintura maka jalur Lintas tengah jawa ini relatif lebih lancar jika dibanding jalur pintura atau pansela, namun tetap saja hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa di jalur ini akan terjadi kemacetan.

Untuk menghindari jalur – jalur diatas yang seringkali mengalami kemacetan parah maka anda bisa mencoba untuk menggunakan jalur alternatif. Sebenarnya sejak awal dibuatnya jalur pantai selatan, jalur tersebut ditujukan untuk mengurangi kemacetan. Namun karena volume kendaraan yang meningkat dan juga jumlah pemudik yang tinggi akhirnya di jalur inipun tetap terjadi kemacetan meski tidak parah.

Tapi jika dibandingkan harus melewati jalur pantura yang seringkali mengalami kemacetan parah, maka ada baiknya anda mencoba melewati jalur pantai selatan saja. Jalur pantai selatan ini juga jadi menghubungkan jalan dari aray Bayah melalui Cilacap, Kebumen, Wonosari, sampai ke Pacitan. Meskipun sedikit jauh tapi para pemudik yang menggunakan jalur ini tidak akan merasa bosan. Itu karena jalur pantai selatan ini memiliki pemandangan pantai yang indah dan menyejukan mata.

By sartika