Menghelat pernikahan dengan tradisi dan dekorasi lokal ternyata bisa memberikan kesan tersendiri. Terutama jika Anda berkunjung ke Bali yang sangat kental akan tradisi dan ritual keagamaannya. Karena itulah, mengadopsi elemen desain dekorasi pernikahan untuk tempat menikah di Bali wedding venue berikut akan menjadi nilai plus yang menarik.

Elemen Dekorasi Menarik Untuk Menghelat Pernikahan Di Bali

1. Menggunakan Janur Untuk Pintu Masuk

Penjor atau janur dengan sentuhan khas ala Bali bisa jadi penghias pintu masuk yang cantik. Dekorasi indah yang menjadi simbol keberkahan ini punya tampilan mewah dengan janur kuning menjuntai. Ditambah dengan ornamen cantik yang menjulang tinggi hingga 5 meter, janur ini akan jadi penanda acara pernikahan. Jika Anda tertarik, terdapat dua jenis penjor yakni sakral dan hiasan.

2. Angkul Angkul Untuk Pintu

Selain janur yang tinggi, ada pula ornamen dengan nama angkul angkul. Elemen dekorasi yang satu ini kerap menghias pintu rumah masyarakat Bali. Namun tak sedikit pula yang menggunakannya sebagai dekorasi acara pernikahan dalam bentuk gapura penuh ornamen. Tampilan mewah dan indah ini ternyata memiliki arti yang cukup sakral.

Sebagai penghias pintu masuk, dekorasi ini berarti menghindari gangguan hal berbau gaib. Meski cukup tradisional, tapi tampilannya tak kalah indah. Gapura tempat menikah di Bali ini memiliki tiang tinggi dengan penyangga dan berbentuk meliuk ke bawah. Tiang kanan kirinya pun punya tampilan mewah yang cocok untuk acara pernikahan.

3. Gebogan Atau Sesaji

Tak semua sesaji selalu untuk acara sakral dan agama. Anda yang ingin menghelat pernikahan ala Bali pun bisa coba gunakan gebogan atau sesaji yang kerap dijadikan dekorasi pernikahan. Sesaji ini pun punya tampilan indah dengan tatanan makanan berbentuk menara. Wadah ini pun terbuat dari kayu dan anyaman kayu yang cantik untuk hiasan.

4. Payung Khas Bali

Tedung atau pajeng sangat amat lekat dengan kesan tradisi Bali. Tapi tak jarang juga digunakan sebagai ornamen cantik yang menghias lokasi pernikahan. Payung ini memang tidak digunakan untuk melindungi dari hujan atau panas. Namun menurut tradisi, payung ini lebih dikenal untuk melawan roh roh jahat yang mengganggu.

5. Kain Poleng Bali

Sebuah elemen yang sering ditemukan di Pulau Dewata adalah kain hitam putih yang sering membalut pohon dan patung. Kain dengan desain bidak catur ini bisa menjadi dekorasi tempat menikah di Bali yang simpel namun bermakna. Apalagi dengan artinya sebagai elemen untuk tolak bala dan sebagai keseimbangan alam semesta.

Pada dasarnya, elemen dekorasi ini memiliki ciri khas unik ala Bali. Anda bisa meminta izin pihak manajemen venue pernikahan untuk merencanakan dekorasi cantik tersebut. Umumnya, desain ini pun akan dikaitkan dengan model pernikahan tradisional ala Bali yang unik dan tak terduakan di daerah lainnya.

By Novita