Kesehatan

Zat Gizi Wajib Bagi Ibu Yang sedang menyusui

Setelah melahirkan, bukan berarti Kamu bisa membatasi asupan makanan Anda. Banyak ibu menyusui cendeung merencanakan diet setelah melahirkan untuk mendapatkan bentuk tubuhnya kembali. Tetapi sebnarnya setelah melahirkan, kebutuhan nutrisi ibu menyusui masih tinggi karena ibu masih harus memberikan ASI kepada bayinya. Artinya, makanan yang ibu makan masih mempengaruhi bayinya. Oleh karena itu, perlu untuk Anda mencukupi kebutuhan gizi ibu menyusui.

Apa saja gizi ibu menyusui yang harus dipenuhi?

Lemak

Lemak juga dibutuhjan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda, tubuh Anda juga membutihkan lemak. Namun, perlu diingat bahwa sebaliknya konsumsi lemak dalam bentuk lemak tidak jenih tnggal atau tidak jenuh ganda batasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans. Sumber lemak tidak jeuh yaitu alpukat, ikan berlemak (seperti ikan salmon) kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan minyak kanola. Sedangkan, lemak jahat yang harus Anda hindari bisa bersumber dari makanan yang digoreng dan daging berlemak.

Selain itu, lemak yang ada di dalam ikan berlemak juga mengandung turunan lemak, yaitu asam lemak omega-3 di mana asam lemak omega-3 ini dapat mendukung pertumbuhan otak bayi. Anda bisa memeperoleh asam lemak omega-3 dari ikan salmon, ikan tuna, ikan herring,ikan sarden dan kacang-kacangan (seperti kacang kenari, kanola dan flaxseed).

Protein

Saat Anda menyusui, Anda masih membutuhkan tambah asupan protein. Protein merupakan zat gizi pentin yang diperlukan dalam membanhun dan memperbaik berbagai jaringan dalam tubuh. Protein juga sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda di awal-awal masa kehidupannya. Untuk Anda sendiri, protein juga banyak dibutuhkan untuk membanyi pemulihan setelah kehamilan dan juga persalinanan. Anda bisa mendapatkan protein dari daging, ayam ikan dan seafood, telur, keju, susu, yogurt dan sumber protein lainnya.

Zat Besi

Kebutuhan zat besi masih tinggi pada ibu menyusui. Zat besi dibutuhkan untuk mencegah anemia sesudah melahirkan. Jika Ada tidak anemia setelah melahirkan dan menyusui secara ekslusif, biasnaya Anda tidak memerlukan suplemen zat besi. Hal ini karena biasanya Anda tidak mengalami periode menstruasi selama 4-6 bulan pertma setelah melahirkan. Jadi tida ada zat besi yang hilang melalui darah menstruasi. Sedangkan, ibu mengalamu anemia setelah melahirkan, jadi tidak ada zat besi yang hilang melalui darah menstruasi. Sedangkan ibu yang mengalami anemia setelah melahirkan biasanya membutuhkan suplemen zat besi. Anda bisa mencukupi kebutuhan zat besi Anda dari konsumsi dagng, ayam, ikan dan seafood, kuning telur, dan sayurah hijau (seperti bayam dan brokoli).

Vitamin C

Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak vitamin C daripada saat dirinya masih hamil. Vitamin C berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan, sehingga sangat diperlukan oleh ibu dan bayi. Vitamin C penting dalam pertumbuhan tulang, gigi dan kolagen. Anda busa mendapatkan Vitamin C dari jeruk, brokoli, tomat, kiwi, kol, jambu biji, manga dan lain2.

Kalsium

Bukan hanya saat hamil, kebutuhan tinggi kalsium juga diperlukan saat kamu menyusui, kehamilan dan menyusui dapat menyebabkan penurunan masa tulang sementara. Namun, penurunan massa tulang ini biasanya akan kembali lagi setelah Anda berhenti menyusui. Jangan khawatir, Anda bisa mencegah penurunan massa tulanh ini dengan mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang lebih tinggi selama hamil dan menyusui.

Kolin

Kolin sangat penting untuk perkembangan otak bayi Anda. Namun kolin tidak mudah ditemukan di dalam banyak makanan. Anda dapat memperolej kolin dari yam, hati sapi, gandum, kembang kol, dan juga telur, terutama kuning telur Anda busa mendapatkan 250 mg kolin dalam 2 butir telur.

Comments Off on Zat Gizi Wajib Bagi Ibu Yang sedang menyusui